MENEGEMEN KEPERAWATAN


This unit reviews the fourth phase of the management process: directing. This phase also may be referred to as coordinating or activating. Regardless of the nomenclature, this is the “doing” phase of management, requiring the leadership and management skills necessary to accomplish the goals of the organization. Managers direct the work of their subordinates during this phase. Components of the directing phase discussed in this textbook include creating a motivating climate, establishing organizational communication, managing conflict, facilitating collaboration, negotiating, and the impact of collective bargaining and employment laws on management.
            In planning and organizing, managers attempt to establish an environment that is conducive to getting work done. In directing, the manager sets those plans into action. This chapter focuses on creating a motivating climate as a critical element in meeting employee and organizational goals.
            The amount and quality of work accomplished by managers directly reflect their motivation and that of their subordinates. Why are some managers or employees more motivated than others? How do demotivated managers affect their subordinates? What can the manager do to help the employee who is demotivated? The motivational problems frequently encountered by the manager are complex. to respond to demotivated staff, managers need an understanding of the relationship between motivation and behavior.
            Motivation may be defined as the force within the individual that influences or directs behavior. Because motivation comes from within the person, managers cannot directly motivate subordinates. The humanistic manager can, however, create an environment that maximizes, the devolement of human potential. Management support, collegial influence, and the interaction of personalities in the work group can have a synergistic effect on motivation. The leader-menager must identify those components and strengthen them in maximizing motivation at the unit level.
            All human beings have needs that motivate them. The leader focuses on the needs and wants of individual workers and uses motivational strateges appropriate for each person and situation.
            Lee (2000) states that, motivation, mentoring, and empowerment aren’t just managers jargon: they should be resources you use every day (p.25). Leaders should apply techniques, skills, and knowledge of motivational theory to help nurses achieve what they want out of work. At the same time, these individual goals should complement the goals of the organization. The manager bears primary responsibility for meeting organizational goals, such as reaching acceptable levels of productivity and quality.
            The leader-manager, then, must create a work environment in which borh organizational and individual needs can be met. Adequate tension must be created to maintain productivity while encouraging subordinates’ job satisfaction. Thus, while the worker is achieving personal goals, organizational goals are being met. The leadership roles and management function inherent in creating such an environment are included in display 18.1.
            This chapter examines motivational theories that have quided organizational efforts and resource distribution for the last 80 years. Special attention is given to the concepts of intrinsic versus extrinsic motivation and organizational motivation versus self-motivation.




http://UangDownload.Com/link-kategori-1/45/56069

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.S


1       Pengakajian

a)      Biodata klien
Nama                                             : an. S
Umur                                             : 9 bulan
Jenis kelamin                                 : laki-laki
Agama                                           : Islam
Anak                                             : Pertama
Tanggal masuk RS                        : 01 maret
Tanggal pengkajian                       : 02 mater
Nomed                                          : 6639…
Diagnose medis                             : Diare
Alamat                                          : jl. Maju mundur Rt/05 Rw/01

b)      Biodata Penanggung jawab
Nama                                             : Tn. D
Umur                                             : 26 thn
Jenis kelamin                                 : Iaki-laki
Agama                                           : Islam
Pekerjaan                                       : Wira swasta
Suku bangsa                                  : Sunda, Indonesia
Hub dengan klien                          : Ayah kandung
Alamat                                          : sda

2     Riwayat kesehatan

a)      Keluhan utama                              : mencret

b)      Riwayat kesehatan sekarang         : Pada saat pertama kaji keluarga mengtakan klien sebelumnya makan somai dan mengakibatkan mencret-mencret klien mual muntah pada daerah abdomen mual nya bertambah bila klien di beri makan dan berkuang bila klien di kasih obat dan sebelumnya sudah di bawa ke dokter dan akhirnya di bawa ke RS

c)      Riwayat kesehatan dahulu                       

1)      Prenatal                                   : Selama hamil ibu aktif ke posyandu,
2)      Intra natal                                : Anak di lahirkan pada usia kandungan 9 bulan,
  BB 2,4 kg
3)      Neonatal                                  : Setalah lahir ibu langsung memberikan ASI

d)     Riwayat kesehatan keluarga         : Pada keluarga tidak ada penyakit secara spesifik seperti diare , dhf dan lainya

e)      Pemeriksaan fisik

1)      Keadaan umum
Kesadaran                               : compos mentis , GCS = 15
2)      Tanda-tanda vital                    : Tekanan darah           :--/--
: Nadi                          : 78x/ menit
: Respirasi                    : 26x/ menit
: Suhu                          : 37,2’c
3)      Kepala
Bentuk kepala simetris, penyebaran rambut merata, tetapi agak tipis, kulit kepala bersih, tidak ada tanda-tanda trauma atau lesi
4)      Mata
Bentuk mata simetris, bersih, konjungtiva tidak anemis, sclera putih , reflek pupil + , tidak ada udem
5)      Hidung
Bentuk simetris, tidak terdapat adanya napas cuping hidung, keadaan rongga hidung bersih
6)      Mulut
Bibir terlihat merah muda, tidak terdapat celah bibir atas dan celah bibir bawah, tidak terdapat lesi, membrane muksa lidah berwarna merah muda, gigi bersih letaknya beraturan
7)      Telinga
Bentuk teling simetris, tidak terdapat serumen,pinna elastic, fungsi pendengaran baik terbukti jiaka klien di panggil, klien menoleh ke sumber suara


8)      Dada
Bentuk dan pergerakan dada simetris, terdapat retraksi intercosta, pernapasan adalah pernapasan abdomen, ekspansi paru simetris, auskultasi terdengar vaskuler irama jantung terdengar s1 s2 secara regular
9)      Abdomen
Tampak datar dan lembut, tidak ada lesi, bising usus terdengar 12x / menit, turgor kulit kembali ±3 detik, BAB 4x/ menit
10)   Genetalia dan anus
Skrotum bersih, ureter mengkerut di karenakan klien memakai pempres, anus tampak merah
11)  Punggung dan bokong
Bentuk bokong simetris, antara kiri dan kanan, tidak adanya lesi
12)  Ekstermitas
Ekstermitas atas : bentuk dan ukuran sama, pada tangan kanan terdapat infuse sehingga pergerakan nya terbatas
Ekstermitas bawah : bentuk dan ukuran simetris, tidak ada udeme, pergerakan bebas titak terbatas
Kekuatan otor atas 5,4,5,5

II. DATA POLA AKTIVITAS SEHARI-HARI
NO
AKTIVITAS
SAAT SEHAT
SAAT SAKIT
1
Nutrisi
Porsi habis
½ porsi
2
Eliminasi



BAB
-
4x / hari
3
Istirahat tidur
6-8/ jam
6-8/ jam
4
Personal Hygiene

Mandi di seka

III DATA PENUNJANG
a)      Pemeriksaan feses
Warna                                : Kuning
Bau                                    : Khas
Protein                               : -
Konsistensi                        : 4x/ hari (lembek)
Lendir                               : -
Leukosit                            : 2-3 / mm
Eritosit                              : 0-2 / mm
Bakteri                              : Positif

IV ANALISA DATA
NO
DATA
ETIOLOGI
PROBLEM
1
DS : -
DO: Klien mual muntah
       Suhu : 37,1’c
       Respirasi : 26x/ menit
       Nadi : 78x/ menit
Gangguan osmotic
Makanan/ zat tidak dapat di serap oleh usus
Merangsang medulla vomiting
Terjadi mual
Muntah
Anoreksia
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
2
DS : -
DO: Klien BAB 4x/ hari
       Intake
       Infuse : 2500 cc
       Air & oksidasi : 300 cc
      Minum : 800 cc
Jumlah 3.600 cc
      Output
       IWL : 650 cc
      Feses : 3000 cc
      Urine : 1100 cc
Jumlah 4. 750 cc
Invasi bakteri , virus parasit
Melepaskan entrotoxin dan menetrasi ke dalam usus
Reaksi inflamasi pada usus halus menyebabkan distraksi sel organ GIT
Vili-vili usus mengalami kerusakan
Meningkatnya motilitas saluran cerna
Cairan-cairan elektolit di keluarkan melebihi batas normal (dehidrasi)

Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit

Bersambung……………………………………>>>

NGANDEL: ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY . I DENGAN GANGGUAN SISTEM GASTOINTERSTINAL : HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEXRA DI RSUD KAOTA BANDUNG TAHUN 20..

NGANDEL: ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY . I DENGAN GANGGUAN SISTEM GASTOINTERSTINAL : HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEXRA DI RSUD KAOTA BANDUNG TAHUN 20..

KUPU-KUPU

Suatu ketika, terdapat  seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenuung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depanya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membawanya puas. Kekosongan makin senyap sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain di sana. “ sedang apa kau di sini anak muda ?”tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. “apa yang engkau risaukan wahai pemuda…?” anak muda itu menoleh ke samping, “aku lelah pak tua. Telah berkilo-kilo jarak yang ku tempuh untuk mencari kebahagian , namun tak kunjung ku temukan ras akebahagian itu di dada ku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah , tapi tidak ada tanda kebahagian itu datang kepadaku. Kemanakah aku harus mencarinya wahai pak tua………?  Bisakah ku temukan rasa itu……..? kakak tua itu duduk semakin dekat mendengarkan denganpenuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depanya. Kemudian ia memuali bicara “ di depan sana ada sebuah taman jika kamu ingin jawaban dari pertanyaan mu tangkaplah seekor kupu-kupu buat ku . mereka berpandangan” ya tangkaplah seekor kupu-kupu buat ku dengan tangan mu” sang kakek mengulang kalimatnya lagi. Berlahan pemuda itu bangkit , langkah nya menuju suatu arah taman. Tak bbeberapa lama kemudian di jumpailah taman itu. Taman yang semarak dengan pohon-pohon yang berbunga-bunga yang bermekaran. Tak heran banyak kupu-kupu yang berterbangn di sana. Sang kakek melihat dari kejauhan memperhatikan tingkah yang di perbuat oleh pemuda itu anak muda itu mulai bergerak dengan mengedap – ngendap di tunya sebuah sasaranberlahan namun hap hap kupu itu terbang. Ia tak mau kehilang buruanyanamun lagi lagi selau gagal ia mulai lari tak beratuaran di terjangnya sana sini , di tabraknya tanaman dan rerumputan untuk mendapatkan kupu-kupu itu di terobosnya semak –semak belukar itu namun hasilnya sia-sia belaka. Sang pemuda itu mulai kelelahan, napasnya memburu , dadanya bergerak naik turun dengan cepat dan akhirnya ada terikan “ hentikan dulu anak muda istirahatlah” tampak sang kakek berjalan menghampirinya . lihatlah ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan kiri kakek itu mereka terbang berkeliling sesekali hinggap di tubuh orang tua itu “ begitukah caramu mengejar kebahagian…..? berlari dan menerjang…? Menebrak –nabrak tak tentu arah, menerobos tak peduli apa yang kau rusak……..? sang kakek menatap pemuda itu. Nak mencari kebahagian itu seperti menangkap kupu-kupu semakin kau terjang semakin ia menghindar , semakin kau buru semakin pergi ai dari mu, namun tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahaian itu bukan benda yang bisa kau genggam atau sesuatu yang dapa kau simpan. Tanpa kau sadari kebahagian itu datang dengan sendirinya.  Kakek tua itu mengangkat kedua tanganya . hap tiba-tiba seekor kupu hinggap di tanganya. Terlihat kepakan-kepakan sayap kupu-kupu itu menunjukan keindahan ciptaan Tuhan . pesona begitu mengagum kan , kelopak sayap yang mengalun berlahan, layaknya kebahagian yang hadir dalam hati. Warna begitu indah seindah kebahagian bagi yang mampu menuelaminya. 

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY . I DENGAN GANGGUAN SISTEM GASTOINTERSTINAL : HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEXRA DI RSUD KAOTA BANDUNG TAHUN 20..


1.      Pengkajian
a.       Biodata klien                                
Nama                                             : Ny. i
Umur                                             : 43 tahun
Jenis kelamin                                 : Perempuan
Pekerjaan                                       : Ibu Rumah Tangga
Agama                                           : Islam
Status                                            : Kawin
No.Rm                                          : 3492—
Tanggal Masuk                              : 07 maret
Tanggal Pengkajian                       : 09 maret
Diagnosa Medis                            : Hernia ILD
Alamat                                          : jl.00000. RT/09 RW/00

b.      Biodata penggung jawab
Nama                                             : Bp. X…
Umur                                             : 53 tahun
Jenis kelamin                                 : Laki-laki
Status                                            : Kawin
Hub. Dgn klien                             : Suami
Agama                                           : Islam
Alamat                                          : Sda

c.       Keluhan utama :
Nyeri

d.      Riwayat kesehatan sekarang:
Pada saat pertamakali di kaji tanggal 09 maret 00000 klien mengatakan nyeri, yeri seperti di iris-iris, nyeri pasa daerah pos operasi, dengan skala 1-3 ( nyeri sedang: secara objective klien dapat berkomunikasi, nyeri bertambah bila klien ber aktivitas dan berkurang bila klien minum obat.



e.       Riwayat kesehatan dahulu:
Menurut penututan klien klien pernah di sesar pada saat melahirkan anak yang ke tiga

f.       Riwayat kesehatan keluarga:
Menurut keterangan klien di dalam keluarganya tidak mempunya penyakit hernia maupun peyakit menular laninya,

g.      Pemeriksaan fisik
Keadan umum                               : Compos mentis , nilai GCS = 15
Tanda-tanda vital                          : TD= 120/80 mmhg
                                                      : N   = 80x/ menit
                                                      : R    = 26x/ menit
                                                      : S    = 36,6’c
Head To Toe

Kepala                                           : TAK
Mata                                              : TAK
Hidung                                          : TAK
Mulut                                            : TAK
Gigi                                               : TAK
Telinga                                          : TAK
Dada                                             : TAK
Abdomen                                      : TAK
Punggung dan bokong                  : TAK
Genetalia                                       : TAK
Ekstermitas                                   : ada balutan pada lipatan paha kanan atas
Kekuatan otot                               : ekstermitas atas 5 dan 4
                                                      : ekstermitas bawah 5 dan 4
II Data Pola Aktivitas
NO
AKTIVITAS
SAAT SEHAT
SAAT SAKIT
1
Nutrisi
Nasi, lauk pauk sayuran
Nasi, lauk pauk, sayuran
2
Eliminasi
Bab, Bak
Bab, Bak
4
Istirahat Tidur
7-8 jam/hari
7-8 jam/ hari
5
Personal Hygien
Mandi, sikat gigi
Mandi , sikat gigi



III Data Psikologi
1)      Konsep Diri
a)      Gambaran diri
b)      Identitas diri
c)      Peran
d)     Ideal diri
e)      Harga diri
2)      Emosi
IV  Data Sosial
V   Data Spritual
VI  Analisa Data
NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
ETIOLOGI
MASALAH
1
DS: klien mengatakan nyeri pada daerah post op

DO: tampak ada balutan pada lipatan paha kanan atas
Inkontuinitas jaringan
Sekresi zat pretolitik bradikinin, histamine, prostaglandin
Merangsang ujung saraf tepi
Di hantarkan oleh aferen 1dan 2 sigmen di dorsal rool menuju hipotalamus
Di kembalikan oleh eferen
Nyeri di persepsikan
Nyeri


Ya cukup sampai di sini dulu untuk NCP menyusul
Salam penulis PRIYONO.